Bupati Temanggung, Agus Setyawan, memberikan penekanan penting mengenai pelestarian lingkungan saat menghadiri tradisi Nyadran di Dusun Cemoro Timur, Desa Cemoro, Kecamatan Wonoboyo, Jumat (10/7). Di tengah rangkaian kegiatan Merti Desa yang khidmat, ia mengingatkan bahwa masyarakat yang bermukim di wilayah pegunungan memikul tanggung jawab moral yang lebih besar dalam menjaga ekosistem.
Dalam arahannya, Agus mengajak warga untuk secara aktif memperbanyak penanaman pohon tegakan di lahan pertanian mereka. Menurutnya, keberadaan pohon berkayu keras bukan sekadar pelengkap lanskap, melainkan garda terdepan dalam menjaga kestabilan tanah dan mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor yang dapat berdampak buruk hingga ke wilayah hilir.
Filosofi nama "Cemoro" yang diwariskan leluhur pun turut disinggung oleh bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini. Ia berharap masyarakat mampu merefleksikan makna kesejukan dan kenyamanan dari nama tersebut ke dalam aksi nyata berupa perlindungan hutan, agar identitas desa tetap terjaga seiring dengan keberlangsungan ekologi yang sehat.
Selain imbauan terkait kelestarian, Agus juga menyampaikan pesan kolaboratif dari Perum Perhutani KPH Kedu Utara. Masyarakat yang memanfaatkan lahan negara diminta untuk mengubah pola tanam dengan memprioritaskan tanaman keras dibandingkan tanaman semusim. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepatuhan hukum sekaligus upaya strategis untuk memastikan wilayah pegunungan tetap aman dari risiko bencana jangka panjang.