Kondisi ekonomi di Dak Lak sepanjang paruh pertama tahun 2026 menunjukkan sinyal yang mengkhawatirkan bagi ekosistem bisnis lokal. Data mencatat lonjakan tajam jumlah perusahaan yang gulung tikar, mencapai 428 entitas atau meningkat 98,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, lebih dari 1.200 bisnis terpaksa menangguhkan operasional, sementara sektor koperasi juga mengalami pelemahan signifikan.

Kepala Departemen Keuangan, Cao Dinh Huy, menjelaskan bahwa sektor perdagangan, konstruksi, dan real estat menjadi yang paling terdampak. Faktor utama di balik krisis ini mencakup lemahnya daya beli konsumen, tingginya biaya logistik, hingga hambatan birokrasi terkait perizinan lahan. Pelaku usaha kerap mengeluhkan ketidakpastian kebijakan yang membuat rencana investasi jangka panjang menjadi sulit dieksekusi.

Sebagai respon, Pemerintah Provinsi Dak Lak berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih ramah melalui mekanisme 'jalur hijau'. Inisiatif ini memangkas durasi prosedur administratif hingga maksimal 35 hari untuk proyek-proyek prioritas. Selain itu, percepatan penyelesaian basis data pertanahan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 guna memberikan kepastian hukum bagi pengusaha dalam mengakses lahan.

Dari sisi permodalan, akses kredit bagi usaha kecil dan menengah (UKM) masih menjadi tantangan tersendiri. Perwakilan Bank Negara Vietnam menekankan perlunya peningkatan transparansi pelaporan keuangan di tingkat UKM agar lembaga kredit dapat melakukan penilaian risiko dengan lebih akurat. Pemerintah provinsi saat ini tengah mengkaji skema penjaminan kredit yang lebih inklusif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Lebih jauh, para pakar menekankan bahwa kunci keberlanjutan bisnis di Dak Lak terletak pada adaptasi teknologi dan orientasi pada ekonomi hijau. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Pham Quang Vinh, menyarankan agar perusahaan besar merangkul UKM lokal dalam rantai pasok global. Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, bisnis di Dak Lak diharapkan mampu bertransformasi menjadi pemain kompetitif di pasar internasional.