Musisi asal Jakarta, Bilal Indrajaya, sukses mencatatkan debut manis di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Tampil pada hari pertama festival yang digelar di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (24/7/2026), Bilal berhasil menyedot perhatian ratusan penikmat musik yang memadati tribun.
Kehadiran Bilal menjadi bagian dari sesi "Before Sunset", sebuah konsep anyar yang dirancang penyelenggara untuk menyuguhkan harmoni musik berlatar keindahan matahari terbenam dan panorama pegunungan Bromo. Meski embusan angin gunung mulai menusuk kulit, kehangatan justru tercipta lewat interaksi akrab sang solois dengan para penonton sepanjang pertunjukan.
Dalam penampilan perdananya ini, Bilal membawakan repertoar berisi sepuluh lagu andalannya. Tembang-tembang populer seperti "NPT", "Dara", "Mustahil", "Saujana", hingga "Biar" mengalir apik menghibur penonton. Puncaknya terjadi saat lagu "Niscaya" dikumandangkan sebagai penutup, memicu koor massal dari seluruh sudut amfiteater.
Ditemui usai pertunjukan, penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal hangatnya ini mengaku sangat terkesan dengan atmosfer konser jazz yang kini memasuki edisi ke-18 tersebut. Bilal menggambarkan pengalaman perdananya tersebut dalam tiga kata yakni megah, hangat, dan berkelas. Ia pun menyimpan asa untuk bisa kembali tampil di edisi mendatang guna memperkenalkan karya-karya terbarunya.
Penampilan Bilal Indrajaya menjadi salah satu sorotan utama pada hari pertama festival yang berlangsung hingga Sabtu (25/7/2026) ini. Selain Bilal, panggung hari pertama juga dimeriahkan oleh sederet penampil ternama lainnya seperti Isyana Sarasvati, Batavia Collective, Ring of Fire Project kolaborasi Sri Hanuraga dan Simone Prattico, Bromo Jazz Camp, serta Plutato menampilkan Cait Lin.