Negara-negara di benua Eropa kini mulai memperkuat kedaulatan teknologi mereka dengan mengambil langkah strategis untuk melepaskan diri dari dominasi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Upaya kolektif ini dituangkan ke dalam kerangka regulasi baru yang dikenal sebagai 'Cloud and AI Development' (CADA), yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan industri domestik di bidang komputasi awan dan kecerdasan buatan.
Sebagai wujud nyata dari inisiatif tersebut, Portugal secara resmi meluncurkan model bahasa besar (LLM) sumber terbuka pertama mereka yang diberi nama 'Amalia'. Langkah ini mengikuti jejak negara besar lain seperti Prancis dan Jerman, yang telah lebih dahulu mendukung perusahaan lokal seperti Mistral AI dan Aleph Alpha sebagai alternatif dari model yang dikembangkan raksasa AS seperti Google, OpenAI, serta Anthropic.
Berbeda dengan AI untuk konsumen umum, Amalia dirancang khusus sebagai fondasi teknologi bagi lembaga publik, sektor pendidikan, dan perusahaan. Proyek yang didanai sebesar 5,5 juta euro dari dana pemulihan Uni Eropa ini dikembangkan oleh konsorsium akademisi dan peneliti Portugal untuk meningkatkan efisiensi di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan hingga telekomunikasi.
Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, menekankan bahwa otonomi strategis Eropa sangat bergantung pada kapabilitas AI yang dimiliki. Dengan merilis Amalia di bawah lisensi open-source, pemerintah berharap dapat meminimalisir ketergantungan pada infrastruktur asing sekaligus meningkatkan standar keamanan data nasional.
Pengembangan Amalia turut didukung oleh infrastruktur komputasi berkinerja tinggi, termasuk akses terhadap superkomputer mutakhir seperti Deucalion dan MareNostrum 5. Teknologi ini nantinya akan diimplementasikan secara luas, mencakup pemandu museum virtual, alat pendukung keputusan bagi Angkatan Laut, serta asisten digital untuk mempercepat efisiensi layanan publik bagi masyarakat.