Sektor perbankan di Indonesia kini semakin gencar mengintegrasikan ekosistem digital untuk memperkuat segmen korporasi atau wholesale. Langkah ini diambil seiring dengan tren positif pertumbuhan kredit korporasi yang mencapai 15,51% secara tahunan (YoY) per April 2026, berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan progres signifikan melalui platform Bale Korpora. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna platform ini menembus angka 25.000 perusahaan dengan total volume transaksi mencapai Rp153 triliun. Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, menyebut platform ini bukan sekadar alat transaksi, melainkan instrumen strategis untuk menghimpun dana murah (CASA) yang membantu perseroan menjaga biaya dana tetap kompetitif.

Ke depan, BTN membidik target akuisisi hingga 30.000 pengguna dengan memperluas jangkauan ke sektor-sektor strategis, terutama yang berkaitan dengan industri properti. Perseroan juga berencana mentransformasi Bale Korpora menjadi platform one-stop wholesale banking yang mencakup trade finance, supply chain financing, hingga transaksi treasury.

Langkah serupa juga diambil oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui platform BEWIZE. Dengan mengusung konsep single sign on, BSI mencatat pertumbuhan pengguna sebesar 34% secara tahunan, yakni mencapai 47.000 entitas. Optimisme serupa turut mewarnai kinerja BSI, di mana penguatan infrastruktur teknologi informasi diproyeksikan menjadi motor utama dalam mencapai target 40 juta nasabah dalam beberapa tahun ke depan.