Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen melakukan akselerasi pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mematok target partisipasi masyarakat hingga 100 persen pada tahun 2026. Langkah ambisius ini diambil menyusul keberhasilan capaian tahun sebelumnya yang melampaui target pemerintah pusat, yakni mencapai angka 22 persen dari sasaran awal 20 persen.

Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menekankan bahwa meskipun pemerintah pusat menetapkan target nasional sebesar 46 persen, pihaknya memilih untuk bersikap lebih progresif. Instruksi ini telah disampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah kota dan kabupaten agar mengedepankan semangat preventif dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit tidak menular, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Vini mengingatkan bahwa banyak penyakit berbahaya, terutama hipertensi yang kerap dijuluki 'pembunuh diam-diam' (silent killer), seringkali terabaikan oleh masyarakat hingga muncul komplikasi serius seperti stroke.

Untuk mencapai target tersebut, Dinkes Jawa Barat menyatakan kesiapannya dalam memfasilitasi komunitas atau kelompok masyarakat yang ingin menjalani pemeriksaan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk proaktif mengunjungi Puskesmas terdekat secara mandiri guna mendapatkan layanan ini tanpa dipungut biaya.

Vini menegaskan pentingnya memanfaatkan program ini karena biaya pemeriksaan serupa secara mandiri bisa mencapai jutaan rupiah. Dengan deteksi dini yang maksimal, diharapkan angka kesakitan dan tingkat kematian di Jawa Barat dapat ditekan, sekaligus meringankan beban pembiayaan kesehatan di masa depan.