Aksi korporasi yang menarik perhatian terjadi di internal emiten tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Sejumlah petinggi perusahaan terpantau melakukan aksi akumulasi saham secara bertahap dalam kurun waktu antara akhir Juni hingga awal Juli 2024.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Presiden Direktur Amman Mineral, Arief Widyawan Sidarto, memimpin aksi pembelian saham tersebut. Langkah serupa juga diambil oleh dua direktur lainnya, yakni Anthony Robert Mathias dan Aditya Sasmito, yang turut menambah portofolio kepemilikan saham mereka di perusahaan tambang emas dan tembaga ini.

Langkah progresif yang diambil oleh jajaran manajemen tersebut justru menunjukkan arah yang berbeda dibandingkan dengan pergerakan Grup Salim. Konglomerasi bisnis ini terpantau sedang melakukan pengurangan kepemilikan saham atau divestasi pada emiten yang sama.

Divergensi strategi antara pihak internal perusahaan dan pemegang saham besar ini menjadi sinyal pasar yang cukup menarik bagi para investor. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai motivasi di balik aksi jual-beli yang kontras tersebut, namun pergerakan saham AMMN di bursa terus dipantau ketat oleh pelaku pasar modal.