Peta kekuatan industri asuransi global diprediksi mengalami transformasi signifikan dalam satu dekade ke depan. Jika selama ini Amerika Utara menjadi pusat gravitasi industri asuransi dunia, kawasan Asia kini digadang-gadang bakal mengambil alih peran tersebut, khususnya sebagai motor penggerak utama pada sektor asuransi jiwa.

Berdasarkan riset terbaru dari Allianz, total premi asuransi global diperkirakan melonjak dari EUR6,87 triliun pada 2025 menjadi EUR12,13 triliun pada 2036. Dari pertumbuhan tersebut, Asia diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi premi jiwa mencapai EUR1 triliun, angka yang jauh melampaui gabungan perolehan di Amerika Utara dan Eropa Barat.

Pergeseran ini didorong oleh dinamika demografi di Asia, tingginya angka tabungan rumah tangga, serta kebutuhan mendesak masyarakat akan dana pensiun dan perlindungan kesehatan yang belum terakomodasi secara komprehensif oleh sistem publik. Fenomena ini tercermin dari pertumbuhan premi jiwa di Asia yang mencapai 9,9 persen pada 2025, mengungguli rata-rata global yang berada di kisaran 6,9 persen.

Di sisi lain, Amerika Utara diperkirakan akan mempertahankan supremasinya pada bisnis asuransi umum. Fokus kawasan ini akan tetap kuat pada perlindungan aset, properti, dan mitigasi risiko terkait bencana alam serta inflasi biaya klaim. Ketegangan geopolitik global saat ini pun memaksa pelaku industri untuk lebih adaptif, di mana faktor ketahanan kini menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan strategis dibandingkan sekadar efisiensi.

Pasar Indonesia sendiri dinilai menyimpan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Dengan tingkat penetrasi yang saat ini berada di angka 1,3 persen terhadap PDB, pasar asuransi nasional diproyeksikan mampu tumbuh rata-rata 8,2 persen per tahun hingga 2036. Angka tersebut melampaui proyeksi rata-rata pertumbuhan industri asuransi global sebesar 5,3 persen per tahun.

Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, menegaskan bahwa masih terdapat ruang yang sangat lebar untuk memperluas akses proteksi bagi masyarakat luas di tanah air. Tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan premi asuransi kesehatan agar tetap terjangkau di tengah kenaikan biaya medis, guna memastikan akses perlindungan yang berkualitas bagi jangka panjang.