Menghadapi persaingan pasar yang kian sengit, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk terus berinovasi. Menyikapi hal tersebut, Shopee menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan logistik SiCepat untuk menyelenggarakan pelatihan bisnis digital yang ditujukan khusus bagi para pelaku usaha lokal.

Kegiatan yang berlangsung di kantor pusat SiCepat, Jakarta Selatan ini, diikuti oleh puluhan anggota Komunitas Penjual SiCepat. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh para instruktur dari Kampus UMKM Shopee yang telah memiliki sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memastikan kualitas materi yang diberikan bersifat praktis dan profesional.

Fokus utama dalam pelatihan ini adalah membekali peserta dengan teknik memaksimalkan potensi penjualan saat periode kampanye besar, seperti Harbolnas maupun promo tanggal kembar. Peserta juga diajarkan cara mengoptimalkan fitur iklan dan strategi promosi agar visibilitas produk di platform marketplace dapat meningkat secara signifikan.

Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk membantu UMKM menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital. Ia berharap strategi yang aplikatif ini dapat menjadi bekal bagi para pedagang untuk memperkuat posisi brand mereka di tengah pasar yang dinamis.

Senada dengan hal tersebut, Commercial & External Affairs Director SiCepat, Imam Sedayu, menekankan pentingnya sinergi ini dalam meningkatkan kapasitas dan performa toko para pelaku usaha. Menurutnya, kemampuan untuk memanfaatkan fitur promosi secara tepat adalah kunci utama dalam memenangkan persaingan bisnis di era digital.

Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari inisiatif Kampus UMKM Shopee Kelas Online, yang memungkinkan pelaku usaha dari berbagai pelosok daerah di Indonesia untuk mengakses pelatihan bisnis secara fleksibel. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah mendampingi jutaan UMKM melalui ratusan ribu jam pelatihan dan menyediakan modul pembelajaran yang komprehensif.

Salah satu peserta, Alfa Hermawan dari brand Wearing Klamby, memberikan testimoni positif terkait efektivitas materi yang diberikan. Menurutnya, wawasan baru mengenai optimalisasi iklan dan persiapan menghadapi lonjakan permintaan saat "Big Campaign" sangat krusial, mengingat potensi peningkatan penjualan yang bisa mencapai 40 persen dibandingkan hari biasa.