Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan penguatan infrastruktur komputasi sebagai prioritas strategis dalam upaya meningkatkan daya saing nasional di sektor kecerdasan artifisial (AI). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa ketergantungan pada teknologi asing harus dikurangi dengan cara membangun kapasitas komputasi mandiri berskala besar melalui pengembangan compute cluster.
Dalam pertemuan akselerasi ekosistem AI nasional di Jakarta, Senin (06/07/2026), Nezar menyoroti bahwa AI modern membutuhkan fondasi teknis yang kuat. Tanpa infrastruktur komputasi yang mumpuni, inovasi dan riset teknologi di dalam negeri akan sulit berkembang. Oleh karena itu, pembangunan compute cluster menjadi tulang punggung bagi lahirnya berbagai solusi berbasis AI yang lahir dari tangan talenta lokal.
Lebih lanjut, Nezar menekankan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari Visi Indonesia Digital 2045. Target utamanya adalah mewujudkan teknologi yang inklusif sekaligus memperkuat kedaulatan digital negara. Ia berharap Indonesia tidak terjebak hanya sebagai pangsa pasar global, melainkan mampu menempati posisi strategis dalam rantai nilai industri AI dunia.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi mutlak diperlukan. Pemerintah mendorong keterlibatan akademisi, sektor swasta, BUMN, dan komunitas inovator untuk bersinergi. Indonesia dinilai memiliki modal yang cukup kuat, mulai dari ketersediaan mineral kritis hingga bonus demografi yang menjanjikan, untuk memenangkan persaingan teknologi yang kini semakin dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.