Sektor bisnis Vietnam menunjukkan sinyal pemulihan yang menggembirakan setelah implementasi Resolusi 68. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa dalam enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 170.000 entitas baru telah merambah pasar atau mengaktifkan kembali operasionalnya, dengan rata-rata 18.000 bisnis per bulan sejak Mei 2025. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan, yakni 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan periode 2021-2025.
Meskipun terjadi dinamika keluar-masuk pasar, para pengamat mencatat bahwa sekitar 60% bisnis yang menarik diri sebenarnya hanya menunda operasional sementara untuk melakukan restrukturisasi, bukan membubarkan entitas secara permanen. Rasio keluar-masuk pasar yang berada di angka 1,18 saat ini dinilai menunjukkan kemajuan, kendati masih jauh dari rasio ideal sebelum pandemi yang mencapai 3 hingga 4 kali lipat.
Dr. Nguyen Minh Thao, pakar dari Institut Strategi dan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan, menekankan pentingnya langkah terobosan untuk memangkas hambatan administratif. Ia menyarankan perlunya mekanisme pemantauan independen untuk mengevaluasi efektivitas pemangkasan syarat bisnis. Pendekatan ini diyakini mampu menekan biaya kepatuhan, mengurangi durasi prosedur, serta meminimalisir risiko bagi para pelaku usaha di lapangan.
Di sisi lain, Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Vietnam (VINASME) menyoroti kebutuhan akan stabilitas kebijakan. Wakil Ketua Tetap VINASME, To Hoai Nam, menegaskan bahwa kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak sah pelaku usaha adalah faktor penentu utama agar investor berani melakukan ekspansi jangka panjang. Kerangka regulasi yang transparan dan dapat diprediksi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan komunitas bisnis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.