Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda baru saja menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Media dan Kualitas Pembelajaran SMK” yang berlangsung di SMK Barunawati, Jakarta Utara. Program ini dirancang khusus untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan teknis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna memperkaya materi ajar di ruang kelas.

Hadir sebagai narasumber utama, AI Implementer sekaligus Partner of DICO, Ricky Sastra, memaparkan berbagai potensi AI dalam mempermudah tugas administratif dan kreatif guru. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah NotebookLM dari Google, sebuah asisten riset berbasis AI yang mampu meringkas materi serta mengolah data dari berbagai sumber secara lebih efisien bagi guru maupun siswa.

Dalam pemaparannya, Ricky menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman bagi posisi guru, melainkan instrumen pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas pengajar. Ia mengingatkan para peserta mengenai pentingnya etika digital, agar pemanfaatan teknologi tetap dalam kendali manusia dan tidak menghilangkan esensi guru sebagai fasilitator utama pendidikan.

Kepala Kampus UBSI Pemuda, Setiaji, menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UBSI dalam mendorong transformasi digital di institusi pendidikan tingkat menengah. Melalui forum ini, para guru diberikan ruang diskusi untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan implementasi teknologi di lingkungan sekolah masing-masing.

Diharapkan, kegiatan workshop ini dapat menjadi batu loncatan bagi para pendidik SMK untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Dengan penguasaan AI yang tepat, kualitas pendidikan di tingkat SMK diyakini akan mengalami peningkatan signifikan seiring dengan kemajuan teknologi digital.