Produsen teknologi terkemuka, Acer Indonesia, secara resmi melebarkan sayap bisnisnya ke sektor peralatan elektronik rumah tangga (home appliances) dengan meluncurkan lini pendingin ruangan (AC) terbaru bernama Acerpure Chill. Langkah strategis ini diumumkan dalam sebuah acara di Sanur, Denpasar, Bali, sebagai respons terhadap tingginya permintaan pasar domestik akan perangkat rumah tangga yang efisien dan hemat energi.
Presiden Direktur Acer Indonesia, Leny Ng, menjelaskan bahwa kehadiran Acerpure Chill bertujuan untuk melengkapi ekosistem produk elektronik rumah tangga yang telah dirintis sebelumnya. Ia menekankan bahwa kebutuhan masyarakat akan kualitas udara dalam ruangan yang bersih, sejuk, dan nyaman terus meningkat secara signifikan, sehingga ekspansi ke segmen pendingin ruangan menjadi langkah yang logis bagi perusahaan.
Sebelum meluncurkan lini AC ini, sub-brand Acerpure telah lebih dulu memasarkan beragam peralatan rumah tangga di Indonesia, mulai dari pemurni udara (air purifier), penggoreng tanpa minyak (air fryer), alat penghisap debu, hingga produk perawatan tubuh. Untuk kategori AC terbarunya, Acer menawarkan variasi tipe mulai dari AC standar, inverter, hingga portabel, dengan rentang harga kompetitif berkisar antara Rp3,99 juta hingga Rp8,49 juta.
CEO Acerpure Inc. Acer Group, Stanley Kao, menyatakan bahwa inovasi ini dirancang agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen. Demi memperkuat daya saing dengan pemain lama di pasar elektronik nasional, Acer memberikan jaminan purnajual yang panjang, mencakup garansi suku cadang dan jasa servis selama lima tahun, serta garansi kompresor hingga sepuluh tahun. Produk ini akan dipasarkan secara luas melalui jaringan resmi di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, serta berbagai platform e-commerce terkemuka.
Langkah diversifikasi yang diambil Acer mencerminkan tren global di mana produsen komputasi mencari ceruk pendapatan baru di luar pasar PC dan laptop yang kian matang. Masuknya brand teknologi besar ke sektor home appliances diproyeksikan akan memperketat persaingan industri elektronik nasional, sekaligus menunjukkan bahwa pasar perangkat rumah tangga modern di Indonesia masih menyimpan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan.