Meta Platforms, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dikabarkan tengah mengambil langkah strategis untuk memasuki industri cloud computing. Langkah ini dipandang sebagai upaya serius perusahaan untuk menjadi pemain kunci dalam penyediaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global, sekaligus membuka diversifikasi aliran pendapatan baru di luar bisnis iklan digital.
Sebagai bagian dari ambisi tersebut, perusahaan yang dinahkodai Mark Zuckerberg ini mulai mengembangkan desain chip AI internal melalui proyek yang dijuluki "Iris". Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem AI perusahaan sekaligus meminimalisir ketergantungan pada unit pemrosesan grafis (GPU) dari pihak ketiga, seperti Nvidia, di tengah kendala kelangkaan komponen global.
Dalam eksekusinya, Meta dilaporkan berkolaborasi dengan Broadcom untuk desain teknis dan menggandeng TSMC untuk kebutuhan manufaktur chip tersebut. Langkah ini diprediksi tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional dan margin keuntungan perusahaan, tetapi juga memperkuat kapabilitas iklan berbasis AI yang menjadi tulang punggung pendapatan Meta.
Para analis pasar menilai bahwa valuasi saham Meta saat ini menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya terealisasi oleh pelaku pasar. Dengan pertumbuhan pasar iklan digital global yang diprediksi mencapai $2,06 triliun pada tahun 2033, kemitraan strategis dan inovasi infrastruktur mandiri ini menempatkan Meta pada posisi kompetitif yang kuat untuk menghadapi tantangan komputasi masa depan.