Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Ile Ape Timur dilaporkan terdampak hujan pasir akibat erupsi yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas Camat Ile Ape Timur, Ignas Wutun, merinci wilayah yang terdampak meliputi Desa Todanara, Jontona, Lamatokan, Bao Lalu Dulu, Lamaau, Aulesa, dan Lamagute. Sementara itu, dua desa lainnya yakni Lamawolo dan Waimatan dilaporkan masih terbebas dari paparan material vulkanik tersebut.
Meskipun hujan pasir melanda kawasan tersebut, otoritas setempat memastikan belum ada warga yang melaporkan keluhan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau iritasi kulit. Pemerintah kecamatan saat ini terus menjalin koordinasi intensif dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan warga secara berkala sebagai langkah antisipasi.
Data dari Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat telah terjadi 107 kali letusan selama periode pengamatan Minggu (5/7/2026). Erupsi tersebut menyemburkan kolom abu setinggi 400 meter dan disertai lontaran lava pijar sejauh 200 meter ke arah sektor tenggara kawah, yang diiringi suara gemuruh berintensitas lemah hingga sedang.
Merespons situasi ini, pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat yang berada di lereng gunung agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk senantiasa mematuhi protokol keselamatan dan arahan resmi dari pemerintah guna meminimalisir risiko dampak aktivitas vulkanik lebih lanjut.