Pasar otomotif tanah air kini semakin diramaikan oleh berbagai pilihan teknologi ramah lingkungan, mulai dari Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Range Extender Electric Vehicle (REEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memilih untuk tetap konsisten mengandalkan teknologi Mild Hybrid untuk menjawab kebutuhan konsumen di Indonesia.

Langkah ini diambil bukan karena keengganan untuk berinovasi, melainkan hasil dari pertimbangan matang terhadap karakteristik konsumen lokal. Pihak Suzuki menilai bahwa kecocokan teknologi dengan kondisi riil masyarakat, kesiapan infrastruktur pendukung, serta biaya kepemilikan jangka panjang menjadi faktor penentu yang sangat krusial dalam masa transisi elektrifikasi ini.

Randy R. Murdoko selaku Marketing & Value Chain 4W Department Head PT SIS menjelaskan bahwa setiap produsen otomotif memiliki pendekatan unik dalam menghadapi era kendaraan ramah lingkungan. Menurutnya, teknologi Mild Hybrid saat ini masih menjadi solusi paling ideal bagi mayoritas pelanggan Suzuki, khususnya dalam memberikan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kepraktisan penggunaan sehari-hari.

Lebih lanjut, Suzuki juga memprioritaskan aspek kemudahan purna jual bagi para pemilik kendaraan. Dengan jaringan servis yang sudah tersebar luas hingga ke berbagai pelosok daerah, penerapan teknologi Mild Hybrid memastikan bahwa konsumen tidak akan kesulitan mendapatkan perawatan teknis maupun suku cadang, sekaligus menjaga biaya operasional kendaraan tetap ramah di kantong.