PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) resmi mengumumkan langkah strategis untuk berekspansi ke industri komponen mekanikal dan permesinan (machining). Langkah ini merupakan bagian integral dari agenda restrukturisasi bisnis perusahaan setelah resmi diakuisisi oleh PT PIMSF, entitas yang berada di bawah naungan Tjokro Group.
Manajemen GPSO mengungkapkan bahwa transformasi ini bertujuan untuk membangun sistem solusi mekanikal yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan memanfaatkan keahlian serta rekam jejak Tjokro Group, perseroan optimistis dapat meningkatkan daya saing di pasar domestik sekaligus mengamankan rantai pasok industri komponen yang lebih luas.
Untuk mendukung ambisi tersebut, perusahaan tengah menyiapkan pendanaan yang bersumber dari kombinasi ekuitas dan instrumen utang. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa seluruh rencana aksi korporasi ini masih dalam tahap uji tuntas (due diligence) serta tetap mematuhi seluruh regulasi pasar modal yang berlaku untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Selain fokus pada ekspansi operasional, posisi saham GPSO di pasar modal juga terpantau stabil dengan peningkatan jumlah investor ritel. Tercatat hingga Juni 2026, jumlah pemegang saham perseroan mencapai 4.470 investor. Saham GPSO juga dipastikan memenuhi ketentuan free float dengan porsi kepemilikan publik sebesar 56,61%, jauh melampaui ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.
Di sisi lain, analis mencermati pergerakan saham GPSO yang dinilai berada dalam fase konsolidasi sehat. Dengan harga pelaksanaan private placement pengendali baru di angka Rp427 per saham, terdapat diskon harga yang dianggap cukup menarik bagi investor dibandingkan dengan harga pasar saat ini.