Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan. Pada Jumat (10/7/2026) sore pukul 16.42 WIB, gunung api tersebut terpantau mengalami erupsi yang mengeluarkan material abu vulkanik ke udara.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu yang dimuntahkan mencapai ketinggian sekitar 250 meter dari puncak, atau setara 407 meter di atas permukaan laut. Material abu tersebut teramati berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal, yang bergerak mengikuti arah angin menuju utara, timur laut, hingga barat laut.
Selain visual, aktivitas erupsi ini terekam dengan jelas pada alat seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 55,2 milimeter. Guncangan tersebut berlangsung singkat, yakni selama kurang lebih 33 detik.
Hingga saat ini, pihak otoritas menetapkan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari area kawah aktif.
Pihak PVMBG terus mengimbau warga di sekitar wilayah pesisir untuk tetap tenang dan senantiasa memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah. Kepatuhan terhadap rekomendasi jarak aman sangat ditekankan guna meminimalisir risiko keselamatan dari aktivitas erupsi yang masih fluktuatif.