Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu (8/7/2026). Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut tercatat meletus sebanyak tiga kali secara berturut-turut, yakni pada pukul 08.42 WIB, 09.35 WIB, dan 09.54 WIB.

Hasil pengamatan visual menunjukkan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal membubung hingga 100 meter di atas puncak, atau sekitar 257 meter di atas permukaan laut. Sebaran material vulkanik tersebut terpantau condong mengarah ke wilayah barat laut.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III atau Siaga. PVMBG secara tegas mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memastikan bahwa kondisi di kawasan pesisir seperti Pantai Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung tetap terkendali. Kepala BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu membatalkan rencana liburan.

Lutfi menekankan bahwa erupsi yang terjadi saat ini masih dalam skala kecil dan terpantau aman bagi sektor pariwisata. Mengingat jarak antara lokasi gunung dan bibir pantai mencapai sekitar 40 kilometer, ia memastikan aktivitas wisata di Banten dapat terus berjalan dengan tetap mengedepankan kewaspadaan.