Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang. Peringatan ini menyusul peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi yang terjadi pada Minggu malam.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi warga, terutama saat malam hari. Pihaknya terus memantau pergerakan material vulkanik yang berpotensi mengalir ke pemukiman melalui jalur-jalur sungai di sekitar gunung api tersebut.

Berdasarkan data pemantauan, letusan eksplosif kecil tercatat terjadi pada pukul 19.14 WITA. Erupsi ini melontarkan material dari kawah utara setinggi 300 hingga 400 meter, yang kemudian memicu aliran lava ke arah barat laut dengan jangkauan 700 hingga 1.000 meter di antara area Kali Batu Bulan dan Kawahang. Lontaran material panas bahkan sempat memicu kebakaran vegetasi di sekitar puncak gunung.

Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih bertahan pada Level II atau Waspada. Masyarakat diminta untuk tidak mendekati area kawah maupun jalur aliran lava guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. Warga juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas setempat dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dirilis oleh BPBD demi keamanan bersama.