Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Senin (13/7/2026) pagi, tepatnya pukul 07.49 WITA, gunung tersebut dilaporkan mengalami erupsi yang menyemburkan kolom abu ke udara.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, terpantau kolom abu membubung setinggi 300 meter dari atas puncak atau setara dengan 1.884 meter di atas permukaan laut. Abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ini terpantau bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi kali ini tercatat oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 29,6 milimeter dengan durasi selama 66 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Data pemantauan kegempaan yang dilakukan sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WITA menunjukkan adanya aktivitas intensif, termasuk dua kali gempa letusan, empat kali gempa hembusan, serta satu kali tremor non-harmonik yang menandakan masih adanya suplai energi di bawah kawah.

Menanggapi situasi tersebut, PVMBG memberikan instruksi tegas bagi masyarakat setempat, pendaki, maupun wisatawan. Seluruh pihak diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi menghindari risiko paparan material vulkanik yang berbahaya.

Secara nasional, intensitas letusan gunung api di Indonesia sepanjang tahun 2026 cukup tinggi. Tercatat sebanyak 3.144 kali erupsi telah terjadi di berbagai wilayah. Gunung Semeru hingga saat ini memegang rekor letusan terbanyak dengan 1.389 kali, sementara Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri telah mencatat 389 kali erupsi sepanjang tahun berjalan.