Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali meningkat setelah dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa (14/7/2026) pagi pukul 08.21 WITA. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ini terpantau bergerak ke arah barat dan barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 44,4 milimeter dengan durasi aktivitas mencapai 31 detik. Fenomena ini menambah catatan frekuensi erupsi gunung tersebut yang mencapai 11 kali dalam sepekan terakhir.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Catatan pengamatan sepanjang Selasa dini hari hingga pagi hari juga menunjukkan adanya serangkaian aktivitas kegempaan lainnya, termasuk dua kali gempa letusan, satu kali gempa hembusan, serta satu kali tremor non-harmonik yang menandakan tekanan vulkanik masih berlangsung.
Menanggapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat setempat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Pihak otoritas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona larangan ini guna memitigasi risiko keselamatan akibat sebaran abu vulkanik maupun ancaman material lainnya.
Sebagai informasi tambahan, hingga pertengahan Juli 2026, Indonesia telah mencatat sebanyak 3.169 erupsi gunung api di berbagai wilayah. Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri tercatat telah mengalami 397 kali erupsi sepanjang tahun ini, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia setelah Gunung Semeru.