Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meningkat pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung tersebut meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh dua kilometer ke arah barat daya.
Peristiwa erupsi ini tercatat terjadi pada pukul 08.31 WIB dengan durasi mencapai 137,4 detik serta amplitudo maksimum sebesar 34,08 milimeter. Material vulkanik tersebut mengarah ke hulu Kali Sat dan Kali Putih, yang merupakan jalur rawan terdampak aktivitas guguran lava.
Hingga saat ini, BPPTKG menetapkan Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi, seperti Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng yang memiliki potensi risiko hingga tujuh kilometer.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menekankan bahwa suplai magma di dalam gunung masih terus berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran tetap tinggi. Selain ancaman awan panas, warga yang bermukim di lereng gunung diminta untuk senantiasa waspada terhadap ancaman banjir lahar saat hujan deras mengguyur serta potensi hujan abu vulkanik.
Pihak berwenang secara tegas kembali mengingatkan wisatawan maupun masyarakat setempat untuk mematuhi rekomendasi resmi pemerintah. Seluruh jalur pendakian tetap dinyatakan ditutup untuk memastikan keamanan dan keselamatan publik dari bahaya aktivitas erupsi yang masih bersifat dinamis.