Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis (2/7/2026). Puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau mengalami erupsi disertai luncuran awan panas yang mencapai jarak 4 kilometer sekitar pukul 16.37 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa kolom abu vulkanik dengan intensitas sedang tampak membubung setinggi 1.500 meter di atas puncak, atau mencapai 5.176 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan catatan seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi aktivitas tercatat selama 6 menit 40 detik.

Hingga laporan ini disusun, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Pihak otoritas juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman 500 meter dari sempadan sungai di area tersebut guna menghindari risiko perluasan awan panas maupun aliran lahar.

Selain ancaman awan panas, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah utama karena risiko bahaya lontaran batu pijar. Pihak berwenang meminta masyarakat dan pelaku wisata untuk selalu waspada terhadap potensi guguran lava serta lahar dingin yang dapat mengalir melalui aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.