Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Minggu (28/6). Aktivitas vulkanik tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, atau mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan catatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, kolom abu yang teramati memiliki intensitas sedang dengan warna putih hingga kelabu. Material abu tersebut terpantau bergerak mengikuti arah embusan angin di sekitar kawah. Meski erupsi berlangsung dalam durasi yang relatif singkat, otoritas terkait tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah terhadap potensi ancaman susulan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang daerah aliran Besuk Kobokan. Wilayah tersebut merupakan kawasan rawan yang berpotensi diterjang awan panas guguran serta banjir lahar dingin, terutama saat wilayah puncak diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Selain ancaman langsung dari material panas, paparan abu vulkanik juga menjadi perhatian serius bagi warga di sekitar lereng gunung. Masyarakat diimbau untuk mengenakan masker sebagai langkah preventif guna melindungi pernapasan dari gangguan debu vulkanik yang terbawa angin.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Level II atau Waspada. Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD terus menjalin koordinasi ketat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan informasi mitigasi tersampaikan dengan akurat kepada masyarakat demi menjamin keselamatan bersama.