Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin dinihari, 13 Juli 2026. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi yang terjadi pada pukul 00.49 WIB tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 1,2 kilometer di atas puncak kawah. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah barat daya.

Pasca erupsi utama, aktivitas seismik di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tetap tinggi. Petugas mencatat telah terjadi belasan letusan susulan dalam kurun waktu singkat. Data kegempaan yang dihimpun selama periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan dominasi gempa letusan sebanyak 33 kali, diikuti oleh gempa guguran, harmonik, dan embusan yang menandakan kondisi internal gunung yang masih sangat aktif.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi ancaman awan panas guguran, lava, dan banjir lahar hujan masih membayangi area di sekitar lereng gunung.

Terkait keamanan warga, PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi ketat untuk zona bahaya. Seluruh pihak dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi jarak 500 meter dari sempadan sungai hingga radius 17 kilometer, serta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah karena risiko lontaran batu pijar yang berbahaya.