Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali menunjukkan peningkatan. Pada Senin (6/7) pagi pukul 05.13 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini dilaporkan mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, material abu vulkanik yang berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut bergerak menuju arah utara. Erupsi ini tercatat pada seismograf memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi letusan mencapai 167 detik. Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga.

Pihak otoritas pemantau gunung berapi menegaskan larangan keras bagi masyarakat untuk beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif mengingat risiko tinggi lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.

Selain itu, masyarakat serta para penambang pasir diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Di luar radius tersebut, warga tetap dilarang mendekat dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang jalur aliran lahar, guna mengantisipasi ancaman awan panas guguran serta aliran lahar dingin yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Edukasi dan kewaspadaan ekstra diharapkan terus ditingkatkan di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat diminta selalu memantau informasi resmi dari instansi terkait demi memastikan keselamatan di tengah fluktuasi aktivitas vulkanik tersebut.