Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat (10/7/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 07.39 WIB, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut.
Material vulkanik berupa abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Sebaran abu dilaporkan bergerak ke arah utara dan timur laut. Hingga laporan ini diturunkan, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga, mengingat sepanjang tahun 2026 gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak 1.448 kali.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan larangan ketat bagi warga dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Lebih lanjut, masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak. Larangan serupa berlaku bagi warga yang berada di area sempadan sungai sejauh 500 meter, karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang dapat menjangkau jarak hingga 17 km.
Catatan seismik PVMBG pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, meliputi 18 kali gempa letusan, 4 kali gempa guguran, serta beberapa kali gempa hembusan dan tektonik jauh. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi guguran lava di jalur aliran sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.