Menghadapi era suku bunga tinggi yang menuntut efisiensi ketat, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menerapkan langkah strategis guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan tingkat profitabilitas. Industri pembiayaan (multifinance) saat ini memang tengah diuji oleh lonjakan biaya dana (cost of fund) sekaligus keharusan menjaga kualitas portofolio kredit di tengah fluktuasi ekonomi nasional.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengungkapkan bahwa fluktuasi suku bunga merupakan salah satu faktor eksternal utama yang dipantau secara berkala oleh perseroan. Hal ini dikarenakan pergerakan suku bunga berdampak langsung terhadap struktur beban biaya operasional industri pembiayaan secara keseluruhan.
Guna meminimalkan dampak tersebut, BRI Finance fokus pada optimalisasi pengelolaan biaya dana, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Langkah ini diambil agar perseroan tetap memiliki daya saing tinggi tanpa mengorbankan kualitas aset yang dimiliki.
Dari sisi liabilitas, anak usaha BRI ini mendiversifikasi sumber pendanaannya melalui kombinasi pinjaman perbankan, penerbitan surat utang (obligasi), serta penguatan skema pembiayaan bersama (joint financing) dengan induk usahanya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Strategi penentuan harga (pricing strategy) juga terus dievaluasi secara berkala agar tetap kompetitif dan sesuai dengan kapasitas finansial debitur.
Selain mengamankan pos pendanaan, manajemen risiko diperketat melalui proses kelayakan kredit (underwriting) yang lebih solid demi menekan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF). Upaya digitalisasi proses bisnis pun terus diakselerasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan andal bagi para nasabah.
Berbagai upaya pembenahan internal ini berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Hingga Mei 2026, BRI Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan sebesar 59,32 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasar finansial.