Institut Teknologi PLN (ITPLN) menegaskan bahwa akselerasi transisi energi di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi. Institusi pendidikan ini menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai budaya sebagai kompas etika bagi mahasiswa teknik dalam berinovasi dan menjaga kelestarian alam.

Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, dalam perayaan HUT ke-18 Paguyuban Sunda ITPLN pada Jumat (10/7/2026), menyoroti bahwa penguasaan disiplin ilmu teknik harus dibarengi dengan pemahaman jati diri yang kuat. Ia mengapresiasi upaya mahasiswa dalam melestarikan budaya daerah di tengah tantangan modernisasi yang kerap mengikis identitas lokal.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembina Paguyuban Sunda ITPLN, Dhami Johar Damiri, menyebutkan bahwa filosofi budaya Sunda memiliki kaitan erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, harmoni antara manusia dan alam yang diajarkan dalam tradisi lokal menjadi fondasi penting bagi para insinyur masa depan dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Pangaping Paguyuban Sunda ITPLN, Hendra Jatnika, berharap agar kegiatan paguyuban tidak sekadar menjadi ajang seremonial. Hendra mendorong agar komunitas ini menjadi wadah kolaborasi lintas angkatan dan alumni untuk memperkuat jejaring serta daya adaptasi mahasiswa terhadap perkembangan zaman, sembari tetap memegang teguh warisan budaya bangsa.

Melalui pendekatan integratif ini, ITPLN berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen tinggi terhadap pelestarian kekayaan budaya Nusantara di era transisi energi global.