Kawasan hutan di jalur pendakian Gunung Slamet, Jawa Tengah, kembali terancam bahaya kebakaran pada Minggu (12/7/2026). Insiden ini bermula saat titik api ditemukan di sekitar Pos 9 jalur pendakian Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga, pada pukul 05.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Revon Haprindiat, menjelaskan bahwa api pertama kali disadari oleh tiga orang pemandu dari basecamp setempat yang sedang mengantar pendaki. Mereka mendengar suara gemeretak di tengah vegetasi sebelum akhirnya menemukan kobaran api yang mulai membesar dan hampir memutus akses jalur pendakian.
Dalam situasi darurat tersebut, para pendaki yang berada di lokasi menunjukkan aksi sigap dengan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya serta sisa cadangan air minum mereka. Berkat aksi cepat tersebut, penyebaran api dapat dihentikan dengan total luas lahan terbakar hanya mencapai sekitar 2 meter persegi. Namun, seorang pemandu bernama Andri dilaporkan menderita luka bakar ringan dalam proses pemadaman tersebut.
Otoritas setempat menduga kuat bahwa percikan api berasal dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan oleh pendaki yang melintas. Menanggapi peristiwa ini, BPBD Purbalingga telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan kawasan hutan tetap terjaga.
Pihak pengelola Pos Bambangan kini diminta untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi lebih ketat kepada setiap pendaki mengenai bahaya kebakaran. Revon menekankan pentingnya kesadaran seluruh pihak untuk mematuhi aturan pendakian demi mencegah terulangnya kejadian serupa yang berisiko merusak ekosistem Gunung Slamet.