Penyelamatan delapan pendaki perempuan yang mengalami kelelahan ekstrem saat melakukan pendakian satu hari tanpa menginap atau "tektok" di Gunung Gede Pangrango sempat viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, tampak para petugas terpaksa mengevakuasi para pendaki tersebut dengan cara digendong turun pada malam hari.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni, membenarkan insiden evakuasi tersebut. Ia menegaskan bahwa aktivitas pendakian di kawasan taman nasional sebenarnya sangat aman dilakukan, asalkan seluruh pengunjung mematuhi prosedur dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.
Agus menjelaskan bahwa metode pendakian tektok memiliki tingkat kesulitan dan risiko tersendiri. Karena durasi perjalanan yang sangat singkat tanpa bermalam di gunung, para pendaki dituntut memiliki ketahanan fisik yang jauh lebih kuat serta kesiapan mental yang matang sebelum memutuskan untuk naik.
Selain kesiapan fisik, kelengkapan logistik dan peralatan keselamatan standar juga mutlak disiapkan dengan cermat. Pihak BBTNGGP menyarankan para pendaki untuk membawa perbekalan air yang cukup, makanan padat energi, pakaian hangat pelindung cuaca ekstrem, alat penerangan cadangan, serta obat-obatan pribadi.
Terakhir, otoritas taman nasional mengimbau masyarakat luas agar tidak sekadar mengikuti tren mendaki yang ramai di media sosial tanpa perhitungan yang matang. Keselamatan dan kenyamanan dalam bertualang di alam bebas hanya dapat terwujud melalui perencanaan yang komprehensif.