Wakil Menteri Dang Ngoc Diep baru saja memimpin rapat koordinasi strategis bersama Departemen Sains dan Teknologi di Hanoi. Dalam agenda tersebut, ia menekankan perlunya perubahan paradigma pengelolaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi nasional. Fokus utama kini diarahkan pada efektivitas dan keluaran (output) nyata yang mampu memberikan solusi atas permasalahan praktis di lapangan.
Pergeseran manajemen ini menuntut efisiensi di setiap lini, terutama dalam memprioritaskan tugas-tugas yang memiliki dampak langsung terhadap sektor pertanian dan lingkungan. Wakil Menteri menekankan bahwa setiap riset atau proyek yang dijalankan tidak boleh sekadar menjadi laporan administratif yang berakhir di arsip, melainkan harus menghasilkan teknologi, model, atau basis data yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan ekonomi dan industri.
Terkait reformasi kelembagaan, kementerian didorong untuk segera merampungkan regulasi krusial, termasuk mekanisme pengujian terkontrol atau sandbox. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan iklim inovasi yang fleksibel namun tetap terukur. Selain itu, proyek besar seperti pengembangan industri bioteknologi dan pembentukan Dana Pengembangan Sains dan Teknologi menjadi prioritas utama guna memastikan ketersediaan sumber daya riset yang memadai dan tepat sasaran.
Dalam mengevaluasi tugas untuk tahun 2027, proses pemilihan program akan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dan objektif. Setiap proposal riset diwajibkan untuk menjabarkan dengan jelas target masalah yang diselesaikan, produk yang dihasilkan, serta manfaat penggunaannya. Langkah ini diambil untuk menghindari duplikasi sumber daya dan memastikan setiap inovasi memiliki nilai guna yang kompetitif bagi pasar maupun tata kelola pemerintahan.
Sebagai langkah pengawasan, kementerian akan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait guna mengembangkan alat pemantauan berbasis digital. Sistem ini dirancang untuk menjamin transparansi progres setiap tugas dan memperjelas tanggung jawab unit pelaksana. Melalui pendekatan yang lebih disiplin, ekonomis, dan aplikatif, diharapkan sektor sains dan teknologi dapat menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan produktivitas nasional.