Kementerian Konstruksi secara resmi menegaskan komitmennya untuk menggenjot penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi digital sebagai motor penggerak pertumbuhan sektor konstruksi di masa depan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas arahan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi manajemen negara melalui pemanfaatan teknologi mutakhir.

Menteri Konstruksi, Tran Hong Minh, menyatakan bahwa selama enam bulan pertama tahun 2026, kementerian telah berfokus pada efektivitas operasional dengan menekankan enam prinsip utama: kecepatan, ketepatan, relevansi, presisi, efisiensi, dan keamanan. Hasil kerja nyata kini menjadi tolok ukur utama dalam mengevaluasi keberhasilan organisasi dalam menyelesaikan tugas-tugas pembangunan yang krusial.

Dalam upaya membuka sumbatan regulasi, kementerian kini memprioritaskan reformasi institusi guna memperlancar arus investasi. Fokus utama mencakup pengembangan kota cerdas, sistem transportasi cerdas (ITS), serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pemodelan informasi bangunan (BIM). Langkah ini dinilai sebagai kunci untuk menstimulasi produktivitas yang selama ini terhambat oleh prosedur administratif yang kompleks.

Lebih lanjut, Departemen Perencanaan dan Keuangan mendesak seluruh pemilik proyek untuk bertanggung jawab penuh atas realisasi pencairan anggaran. Kebijakan tegas diterapkan untuk menghindari penundaan pendanaan dan alokasi modal yang lambat, dengan target utama mencapai realisasi 100 persen dari modal yang dialokasikan tanpa mengabaikan aspek kualitas proyek.

Menutup agenda evaluasi tersebut, Menteri Tran Hong Minh mengajak seluruh jajaran pejabat untuk menanamkan budaya berani berinovasi dan mengambil tanggung jawab. Implementasi dari berbagai resolusi strategis, termasuk pengembangan ekonomi milik negara dan reformasi hukum, menjadi agenda prioritas kementerian demi menciptakan fondasi pembangunan yang kokoh bagi periode 2026-2031.