Kompetisi kebugaran Hyrox kini tengah menarik perhatian banyak pencinta olahraga di Tanah Air. Berbeda dengan ajang lari konvensional, olahraga ketahanan ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan fisik berat, termasuk di antaranya sled push, burpee broad jump, hingga wall ball yang menguras energi secara menyeluruh.
Mengingat intensitasnya yang tinggi, persiapan matang menjadi kunci utama bagi para peserta, terutama bagi pemula yang baru ingin mencoba. Spesialis Kedokteran Olahraga sekaligus Medical Lead Hyrox Jakarta 2026, dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO SubspALK(K), menegaskan bahwa partisipan harus memastikan kondisi tubuh mereka benar-benar prima sebelum memulai program latihan.
Menurut dr. Andi, pemeriksaan kondisi fisik sangat penting untuk menghindari risiko cedera yang lebih fatal saat perlombaan. Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti saraf kejepit atau sakit pinggang kronis, ia menyarankan agar melakukan pemulihan secara tuntas terlebih dahulu sebelum memutuskan bergabung dalam latihan intensif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa latihan untuk menghadapi Hyrox tidak bisa dilakukan secara instan atau tanpa persiapan. Peserta dituntut memiliki komitmen tinggi untuk menyeimbangkan porsi latihan kardio dan latihan beban demi membangun kekuatan tubuh bagian atas, tubuh bagian bawah, serta stabilitas otot inti secara konsisten.