Tren pembelian sepeda motor secara kredit di Indonesia masih menunjukkan taji. Sepanjang semester pertama tahun 2026, PT Federal International Finance (FIF) mencatat penyaluran kredit untuk sepeda motor Honda mencapai Rp15,81 triliun, tumbuh sebesar 8,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur FIF, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa pencapaian positif ini merefleksikan tingginya kepercayaan konsumen terhadap solusi pembiayaan yang ditawarkan perseroan. Menurutnya, FIF akan terus berupaya memahami dinamika kebutuhan pasar guna menghadirkan layanan finansial yang kompetitif sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan.

Kenaikan penyaluran kredit ini sejalan dengan tren pasar otomotif roda dua nasional. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan motor domestik mencapai 3.129.587 unit selama paruh pertama tahun ini, naik tipis 0,8 persen yoy. Sebagian besar konsumen di tanah air memang masih mengandalkan skema kredit untuk memiliki kendaraan baru.

Secara keseluruhan, FIF membukukan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun pada Semester I 2026, terkerek 4,48 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang bernilai Rp2,27 triliun. Pertumbuhan laba ini disokong oleh total penyaluran pembiayaan yang naik 7,07 persen menjadi Rp25,43 triliun. Portofolio bisnis FIF tidak hanya ditopang pembiayaan motor baru (FIFASTRA), melainkan juga produk elektronik (SPEKTRA), multiguna (DANASTRA), mikro produktif UMKM (FINATRA), hingga pembiayaan syariah (AMITRA).

Hingga Juni 2026, total unit yang difasilitasi pembiayaannya oleh FIF mencapai 1,70 juta unit. Dari jumlah tersebut, porsi pembiayaan sepeda motor Honda diperkirakan menyumbang sekitar 1,05 hingga 1,06 juta unit, atau berkontribusi dominan sebesar 62,2 persen terhadap total portofolio perseroan.

Meski gencar melakukan ekspansi kredit, perseroan tetap berhasil menjaga kualitas aset secara optimal. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) Net FIF berada di level yang sangat sehat, yakni 0,28 persen. Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing bisnis dan memperluas akses pembiayaan yang inklusif bagi masyarakat luas.