Memulai usaha di sektor peternakan memerlukan ketekunan dan kesabaran ekstra, sebuah prinsip yang dibuktikan oleh Bapak Trieu Thoi dalam membangun bisnis kerbau miliknya. Pada tahun 2025, dengan modal awal sebesar 350 juta VND, ia mengambil langkah berani dengan mendirikan fasilitas kandang dan membeli sembilan ekor kerbau sebagai modal utama pengembangan kawanan ternaknya.
Strategi keberhasilan Bapak Thoi terletak pada efisiensi operasional melalui integrasi pertanian. Ia mengelola lahan seluas 27 hektar untuk menanam padi sekaligus rumput gajah sebagai sumber pakan utama. Dengan memanfaatkan limbah jerami pascapanen sebagai pakan tambahan, ia berhasil menekan biaya operasional secara signifikan sekaligus memastikan ketersediaan nutrisi yang konsisten bagi ternaknya.
Hasil dari dedikasi tersebut terlihat nyata. Kini, jumlah kerbau dalam kawanannya telah meningkat menjadi 12 ekor. Belum lama ini, ia bahkan mencatatkan keuntungan sebesar 61 juta VND dari penjualan dua ekor kerbau, yang seluruh hasilnya diinvestasikan kembali untuk memperkuat skala usahanya.
Di mata warga lokal dan perangkat daerah, model bisnis ini dianggap sebagai inspirasi bagi para petani lain. Bapak Au Toan Hao, Wakil Ketua Asosiasi Petani Komune Vinh Loi, menyoroti pentingnya sikap proaktif Bapak Thoi dalam memanfaatkan potensi lokal. Saat ini, pemerintah setempat bahkan menjadikan peternakan milik Bapak Thoi sebagai lokasi studi banding bagi warga yang ingin mempelajari cara mengelola peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.