Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi modern bagi prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi dinamika peperangan masa kini yang semakin bertumpu pada kecanggihan sistem dan informasi.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Pangdam ke Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 11/Wira Bhuana Yudha (WBY) di Kota Binjai, Sumatra Utara, Kamis (30/7/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan operasional satuan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kodam I/BB.

Setibanya di lokasi, Mayjen TNI Hendy Antariksa yang didampingi sejumlah pejabat utama Kodam disambut hangat oleh Danyonarhanud 11/WBY Letkol Arh Ronald Ginomgom Simatupang. Prosesi penyambutan diisi dengan berbagai tradisi satuan, termasuk pengalungan kain ulos sebagai bentuk penghormatan.

Dalam arahannya, Pangdam menyoroti pergeseran peta pertempuran global yang kini didominasi oleh sistem persenjataan berbasis teknologi tinggi. Ia menekankan bahwa prajurit Arhanud tidak boleh hanya mengandalkan ketangkasan fisik, melainkan harus fasih mengoperasikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern guna mengantisipasi ancaman udara yang kian kompleks.

Selain aspek teknis dan fisik, jenderal bintang dua ini juga mengingatkan pentingnya etika prajurit di ruang digital. Ia mengimbau seluruh personel untuk bijak dalam menggunakan media sosial guna menghindari pelanggaran yang dapat merusak citra institusi TNI di mata publik.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung terhadap sarana pertahanan, barak prajurit, dan fasilitas pendukung di markas batalyon. Langkah ini memastikan pembinaan satuan di bawah naungan Kodam I/Bukit Barisan berjalan optimal demi terwujudnya postur pertahanan negara yang adaptif dan tangguh.