Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) baru saja menuntaskan program pengabdian masyarakat di Desa Jampu, Kecamatan Lilirilaja, Kabupaten Soppeng. Puncak kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Akhir yang berlangsung di Kantor Desa Jampu pada Senin (6/7), sebagai wadah evaluasi sekaligus sosialisasi keberlanjutan program kerja.

Mengusung pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), para mahasiswa berupaya mengoptimalkan potensi lokal yang ada dengan melibatkan elemen masyarakat secara aktif. Kolaborasi ini mencakup koordinasi intensif bersama pemerintah desa, para kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat setempat untuk memastikan seluruh program relevan dengan kebutuhan warga.

Koordinator Posko Desa Jampu, Alini Amanda, menekankan bahwa fokus utama kegiatan adalah edukasi pengelolaan sampah melalui konsep ekonomi sirkular. Salah satu aksi nyata yang diperkenalkan adalah praktik pengolahan limbah organik menjadi kompos rumah tangga, yang diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan.

Selain sektor lingkungan, tim mahasiswa juga menginisiasi sejumlah intervensi kesehatan, mulai dari edukasi mengenai pola konsumsi sehat hingga penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini disempurnakan dengan aktivitas fisik bersama guna memupuk budaya hidup aktif di kalangan masyarakat desa.

Alini berharap seluruh program yang telah dirancang tidak hanya menjadi syarat akademis, melainkan mampu diadaptasi secara mandiri oleh warga Desa Jampu. Upaya ini selaras dengan visi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan yang sehat, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang.