Operasi pencarian terhadap dua remaja asal Desa Krinjing, Kabupaten Wonosobo, yang dilaporkan hilang saat hendak mendaki Gunung Bismo, resmi diperpanjang. Keputusan ini diambil setelah upaya penyisiran selama delapan hari belum membuahkan hasil signifikan.
Dua remaja yang masih dalam proses pencarian tersebut diidentifikasi bernama Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15). Keduanya diketahui meninggalkan kediaman mereka sejak Selasa (30/6/2026) dan diduga kuat melintasi jalur pendakian Gunung Bismo sebelum akhirnya kehilangan kontak.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, mengungkapkan bahwa evaluasi mendalam terhadap hasil pencarian selama sepekan terakhir menjadi dasar perpanjangan operasi. Pihak tim SAR gabungan meyakini bahwa peluang untuk menemukan kedua korban masih tetap ada, sehingga upaya pencarian di lapangan akan terus digencarkan.
Sebagai langkah strategis, Basarnas memutuskan untuk memperkuat armada pencarian dengan menerjunkan lima personel tambahan dari Kantor SAR Semarang. Penambahan personel ini diharapkan mampu memaksimalkan penyisiran di titik-titik prioritas yang sulit dijangkau di area hutan dan lereng gunung.
Hingga saat ini, ratusan personel dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan komunitas pecinta alam, masih bersiaga. Fokus pencarian tetap difokuskan pada jalur pendakian dan kawasan hutan di sekitar Gunung Bismo guna memulangkan kedua remaja tersebut kepada keluarga mereka.