Hubungan ekonomi antara Vietnam dan Amerika Serikat kini memasuki babak baru yang ditandai dengan dinamika perdagangan dan investasi yang semakin intensif. Dalam seminar "Jaringan Bisnis Vietnam-AS" yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh, para ahli menekankan bahwa meskipun terdapat peluang besar dari pergeseran rantai pasokan global, perusahaan Vietnam wajib beradaptasi dengan kebijakan perdagangan AS yang kian ketat dan kompetitif.
Wakil Direktur Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota Ho Chi Minh (ITPC), Cao Thi Phi Van, menyoroti pentingnya fleksibilitas bagi pelaku usaha. Tantangan berupa regulasi teknis dan tarif impor mengharuskan perusahaan untuk tidak sekadar mengandalkan model bisnis lama, melainkan mulai merancang strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Tekanan proteksi perdagangan yang kini menyasar sektor unggulan seperti kayu dan produk pertanian menjadi sinyal kuat agar pelaku usaha meningkatkan transparansi serta asal-usul produk.
Di sisi lain, minat investor AS terhadap Kota Ho Chi Minh tetap menunjukkan tren positif dengan aliran modal yang signifikan ke sektor teknologi dan manufaktur. Dr. Huynh The Du dari Indiana University menilai bahwa struktur ekonomi kedua negara bersifat saling melengkapi. Strategi "China +1" memberikan momentum bagi Vietnam untuk menarik investasi di bidang semikonduktor dan energi bersih, selama pemerintah mampu membenahi infrastruktur logistik serta kualitas sumber daya manusia.
Untuk memfasilitasi ekspansi, pemerintah AS melalui program SelectUSA terus membuka akses bagi perusahaan asing yang ingin menanamkan modal di Negeri Paman Sam. Program ini dirancang untuk memberikan panduan strategis dan koneksi bagi pebisnis internasional agar dapat beroperasi secara legal dan efisien di pasar Amerika.
Bagi perusahaan yang menargetkan pasar konsumen langsung (B2C), penggunaan platform digital seperti Amazon, Shopify, hingga TikTok Shop dianggap sebagai langkah efektif. Para pakar menyarankan agar bisnis tidak hanya berfokus pada volume penjualan, tetapi juga mulai mengedepankan narasi nilai merek dan kualitas "Made in Vietnam" guna membangun loyalitas di pasar Amerika yang sangat menuntut standar layanan dan purna jual tinggi.