Pemerintah Kota Pariaman resmi memulai langkah modernisasi sektor pertanian melalui penanaman perdana padi menggunakan teknologi pertanian modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Agenda ini berlangsung di lahan Kelompok Tani Kito Samolah, Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Penerapan teknologi PM-AAS menjadi solusi strategis di tengah menyusutnya lahan pertanian di Kota Pariaman. Metode yang diadopsi dari kawasan pertanian Arkansas, Amerika Serikat ini, menitikberatkan pada efisiensi, mekanisasi, dan kepresisian melalui sistem tanam benih langsung dengan kerapatan tinggi guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang kian terbatas.
Wali Kota Yota Balad menegaskan bahwa inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas panen secara signifikan hingga mencapai target 9 sampai 10 ton per hektar. Langkah konkret ini juga ditargetkan dapat menjadi proyek percontohan nasional, menarik minat generasi muda untuk bertani, serta memperkokoh ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, memaparkan lima pilar utama PM-AAS. Pilar tersebut meliputi kerapatan tanam, efisiensi sumber daya berbasis digital, mekanisasi, intensifikasi produksi, dan penerapan spesifik lokasi. Berbeda dengan metode konvensional, sistem ini mengintegrasikan benih unggul dengan paket input pertanian lengkap, mulai dari pupuk makro hingga pembenah tanah organik.
Demi keberhasilan program, Pemko Pariaman juga membangun kolaborasi lintas sektoral, salah satunya dengan Dinas Perkim LH untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk penunjang. Sinergi ini diharapkan tidak hanya melipatgandakan hasil panen tetapi juga memangkas biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan setempat.