Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan nilai pasar pakaian olahraga (sportswear) di Indonesia akan mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp58,6 triliun pada tahun 2030. Pertumbuhan tahunan sektor ini diperkirakan stabil di angka sekitar 9 persen, didorong oleh tren gaya hidup sehat masyarakat serta peningkatan kualitas produk lokal yang semakin kompetitif.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan bahwa nilai pasar pakaian olahraga nasional pada tahun 2025 telah menyentuh angka Rp38,5 triliun, tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data optimistis ini merujuk pada laporan dari Euromonitor International yang dirilis pada Februari 2026. Pemerintah mendorong pelaku industri dalam negeri, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan pasar yang sangat menjanjikan ini.
Salah satu bukti nyata taji industri lokal adalah keberhasilan merek sportswear domestik, Speed, yang kini dipercaya sebagai penyedia kostum resmi Tim Nasional Bola Voli Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai pembuktian bahwa produk buatan anak bangsa memiliki kualitas premium yang mampu memenuhi standar atlet profesional, sekaligus menjadi inspirasi bagi jenama lokal lainnya untuk merajai pasar domestik dan bersiap melakukan ekspansi ke kancah global.
Pertumbuhan positif ini juga tecermin dari kinerja ekspor sektor terkait. Ekspor pakaian jadi tercatat meningkat dari US$7,08 miliar pada 2024 menjadi US$7,27 miliar pada 2025. Sektor alat olahraga juga mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 12 persen dari US$274,4 juta menjadi US$306,3 juta, disusul oleh industri kosmetik yang melesat 13,7 persen menjadi US$473,8 juta. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan daya saing industri nasional agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian negara.