Pemerintah Indonesia secara resmi kembali terpilih sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C untuk periode 2026–2027. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan langkah strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia untuk lebih proaktif dalam kancah maritim global.
Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam, Adi Winarso, menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam badan eksekutif IMO ini merupakan cerminan dari kepentingan politik dan keamanan nasional yang vital. Menurutnya, posisi Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional strategis menuntut negara untuk tidak sekadar mematuhi regulasi, melainkan turut berperan sebagai perumus aturan atau rule-maker.
Sebagai anggota Kategori C, Indonesia diakui memiliki kepentingan khusus dalam navigasi dan angkutan laut yang krusial bagi stabilitas kawasan. Forum Dewan IMO akan dimanfaatkan pemerintah sebagai wadah diplomasi untuk memastikan perlindungan lingkungan laut tetap terjaga, sekaligus memperkuat penegakan hukum di perairan nasional yang kerap menjadi jalur perlintasan kapal-kapal internasional.
Lebih lanjut, Adi menyatakan bahwa peningkatan dukungan suara dalam pemilihan anggota Dewan IMO tahun ini menjadi modal politik yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, di mana kepentingan strategis selat dan perairan nasional akan terus diperjuangkan demi menjaga stabilitas keamanan serta kedaulatan negara di laut lepas.