PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Dumai menerima kunjungan kerja manajemen PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) pada Rabu (1/7) lalu. Agenda utama dari Management Walkthrough (MWT) ini adalah untuk menyelaraskan strategi dalam mengoptimalkan potensi produk petrokimia unggulan, terutama komoditas Green Coke yang menjadi andalan kilang tersebut.

Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, menyambut langsung jajaran direksi Pertachem di kantor utama kilang. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan penguatan kolaborasi antar entitas Pertamina Group guna memberikan nilai tambah pada produk kilang serta memperkuat daya saing di pasar domestik maupun mancanegara.

Kilang Dumai tercatat sebagai satu-satunya kilang milik Pertamina yang memproduksi Green Coke, sebuah residu padat karbon dengan kadar sulfur rendah. Produk ini kini menjadi komoditas krusial bagi berbagai sektor industri berat, mulai dari pengolahan logam, aluminium, hingga manufaktur komponen baterai kendaraan listrik (EV) yang permintaannya terus melonjak seiring transisi energi global.

Direktur Utama Pertamina Petrochemical Trading, Aribawa, mengapresiasi kemitraan strategis yang terjalin. Ia menekankan bahwa Green Coke dari Dumai telah memiliki posisi tawar tinggi di mata industri global, termasuk perannya dalam rantai pasok material pendukung untuk produsen otomotif dunia seperti Tesla. Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan ekonomi nasional sekaligus mempertegas komitmen Pertamina dalam pengembangan produk berkelanjutan.

Sinergi yang semakin erat antara kedua entitas ini diproyeksikan akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk inovatif Kilang Dumai di masa depan. Melalui integrasi rantai bisnis ini, Pertamina tidak hanya berfokus pada ketahanan energi, tetapi juga aktif mendorong hilirisasi industri petrokimia yang bernilai ekonomi tinggi bagi Indonesia.