Pemerintah Kabupaten Natuna tengah mematangkan langkah strategis untuk mengintegrasikan program intervensi serentak pencegahan stunting dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah koordinatif ini dibahas dalam rapat lintas sektor yang dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Natuna, Perida Moestofa Albakry, bersama Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah, serta perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Upaya ini merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau mengenai pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di tingkat provinsi. Perida Moestofa menegaskan bahwa keberhasilan program aksi ini sangat bergantung pada sinergi yang solid di semua lini pemerintahan, mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

Program intervensi serentak dirancang untuk mendeteksi secara dini masalah gizi pada kelompok prioritas, yaitu calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen memberikan intervensi nutrisi yang tepat, mengedukasi masyarakat luas, serta memperkuat sistem pencegahan stunting secara berkelanjutan sesuai arahan pemerintah pusat.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna berupaya menyelaraskan aksi ini dengan layanan Cek Kesehatan Gratis guna mengoptimalkan tingkat kunjungan warga ke pusat kesehatan masyarakat. Program CKG ini tidak hanya menyasar kelompok rentan stunting, melainkan menjangkau seluruh siklus hidup manusia, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, dewasa, hingga kelompok lanjut usia (lansia), sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit.

Untuk menjamin efektivitas di lapangan, Dinas Kesehatan menekankan kepatuhan terhadap sepuluh arahan Kementerian Dalam Negeri. Langkah operasional tersebut mencakup validitas data sasaran, penyediaan alat ukur antropometri yang terstandar di posyandu, peningkatan kapasitas kader kesehatan, pemanfaatan bahan pangan lokal untuk makanan tambahan, hingga pencatatan data kesehatan secara digital dan seketika.

Guna menyebarluaskan program ini secara masif, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna menyatakan kesiapannya dalam memproduksi materi edukatif yang akurat dan mudah dipahami masyarakat luas. Menutup jalannya koordinasi, Kepala Bapperida mengimbau para camat dan kepala desa untuk mengawal langsung implementasi di lapangan agar target peningkatan derajat kesehatan masyarakat Natuna dapat tercapai optimal.