BPJS Kesehatan terus berupaya meruntuhkan hambatan geografis dan infrastruktur dalam memberikan layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI), lembaga ini memperkenalkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta mengoptimalkan layanan BPJS Keliling untuk menjangkau penduduk di pelosok tanah air.

VIOLA hadir sebagai solusi inovatif berbasis konferensi video yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi secara real-time dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor cabang. Layanan ini dapat diakses melalui fasilitas publik seperti puskesmas, kantor desa, hingga sekolah yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan setempat. Tercatat sepanjang Januari hingga Mei 2026, lebih dari 218 ribu pemanfaatan layanan telah dilakukan, dengan mayoritas pengguna berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tidak semua wilayah di Indonesia memiliki infrastruktur digital yang memadai. Oleh karena itu, inisiatif jemput bola melalui BPJS Keliling tetap dioptimalkan secara paralel. Program LANURI sendiri kini telah menyentuh 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebagai bagian dari target 100 hari kerja jajaran direksi.

Keberhasilan program ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan Pusat Kesehatan TNI. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, di mana jaringan Koperasi Desa serta fasilitas kesehatan milik TNI dimanfaatkan sebagai titik layanan tambahan. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi tantangan disparitas akses kesehatan sekaligus memastikan perlindungan jaminan sosial merata hingga ke pelosok negeri.