BATANG — Kawasan lereng pegunungan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menyuguhkan pesona alam yang memikat dengan balutan kabut tipis dan udara dingin khas dataran tinggi. Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta ini, wisatawan kini dapat menikmati keharuman seduhan kopi lokal yang berpadu selaras dengan ketenangan hutan pinus.
Mengusung konsep destinasi tersembunyi atau hidden gem, kedai Kopi Sidawung hadir sebagai daya tarik baru bagi pelancong dan penikmat kopi. Terletak di area puncak Desa Tombo, kedai yang telah beroperasi selama sekitar satu setengah tahun ini menyajikan pengalaman bersantai di tengah lanskap alam yang masih sangat asri.
Mujahidin, salah seorang pengelola kedai, mengungkapkan bahwa seluruh sajian kopi yang ditawarkan berasal langsung dari hasil panen kebun masyarakat setempat. Kedai ini berkomitmen memperkenalkan kekayaan hayati lokal dengan menyediakan berbagai varietas kopi mulai dari robusta, arabika, hingga excelsa yang seluruhnya dibudidayakan di Desa Tombo.
Keputusan untuk mendirikan kedai di area hutan pinus ini memang disengaja guna memberikan alternatif rekreasi yang menenangkan bagi masyarakat perkotaan. Selain atmosfernya yang menyejukkan, destinasi ini juga ramah di kantong karena tidak memungut biaya tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar makanan atau minuman yang dipesan dengan kisaran harga mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu.
Destinasi wisata kopi ini kerap mengalami lonjakan pengunjung pada akhir pekan, dengan wisatawan yang berdatangan tidak hanya dari Kabupaten Batang melainkan juga dari wilayah tetangga. Kehadiran Kopi Sidawung diharapkan mampu memperkuat promosi komoditas kopi lokal sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM daerah.