Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur irigasi di kawasan pertanian Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Proyek yang didanai APBD senilai Rp4,8 miliar ini dirancang untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal, dengan target meningkatkan frekuensi panen para petani dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Dalam peninjauan lapangan, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memaparkan bahwa proyek ini mencakup pembangunan saluran irigasi beton sepanjang 750 meter yang tersebar di empat titik strategis. Dengan lebar sekitar 1,2 meter dan konstruksi beton permanen, fasilitas ini diharapkan dapat mengalirkan pasokan air secara optimal ke areal persawahan warga secara lebih merata.

Sistem pengairan baru ini memanfaatkan debit air yang stabil dari dua aliran sungai yang saling terhubung, bahkan selama masa pancaroba. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan guna menekan ketergantungan pangan dari luar daerah. Secara bertahap, jaringan irigasi ini nantinya diproyeksikan mampu mengairi seluruh lahan pertanian di wilayah Gunung Binjai yang memiliki total luas mencapai 42 hektare.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi fisik proyek ini dilaporkan telah mencapai 26 persen, melampaui target awal sebesar 6 persen. Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh rangkaian konstruksi selesai sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang. Saat ini, produktivitas lahan sawah di kawasan tersebut berkisar pada angka 4,5 ton gabah per hektare.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Gunung Binjai, Romadhon, menyambut baik langkah pemerintah ini karena keterbatasan air kerap membatasi pola tanam mereka selama ini. Meski mengapresiasi proyek irigasi baru tersebut, ia meminta pemkot untuk segera mengatasi masalah saluran pembuangan yang tersumbat demi mencegah banjir saat hujan deras, serta memperbaiki dua unit cekdam yang bocor guna memaksimalkan penampungan air.