Pasar gas alam dunia diprediksi menghadapi tantangan signifikan pada tahun 2026. Laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa konsumsi gas global diperkirakan akan mengalami kontraksi untuk ketiga kalinya dalam rentang tujuh tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh dinamika pasar yang tidak menentu, dengan pasokan yang kian terbatas di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Situasi geopolitik yang memanas di wilayah Timur Tengah telah memberikan dampak domino terhadap rantai pasok gas alam global. Ketidakpastian pasokan ini secara langsung berkontribusi pada lonjakan harga di pasar internasional, yang pada gilirannya membebani tingkat konsumsi di negara-negara konsumen utama dunia.
Meski terdapat proyeksi pelemahan permintaan, pengamat pasar mencatat bahwa peningkatan pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dari sejumlah produsen global lainnya diharapkan dapat membantu menyeimbangkan defisit pasokan. Upaya diversifikasi sumber energi ini menjadi krusial untuk mengantisipasi ketegangan harga yang diprediksi masih akan membayangi hingga kuartal ketiga tahun 2026.